Minggu, 23 September 2012

ACARA PRAKTIKUM 5 LICHENES DAN MIKORIZA


ACARA PRAKTIKUM 5
LICHENES DAN MIKORIZA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri 
Mata Kuliah: Taksonomi Tumbuhan 1  
Dosen: Novyanti Muspiroh, MP


LOGO IAIN








Oleh :
Nama           : IRA CINDRIANA
NIM             : 59461240
Kelas            : Biologi C
Kelompok    : 4 (Taksonomi)
Asisten         : Nurhayati
                       Winanto
                                                                    

LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2010
ACARA PRAKTIKUM 5
LICHENES DAN MIKORIZA

I.              LATAR BELAKANG
          Lichenes adalah organisme yang merupakan asosiasi dari Fungus dan Alga, hubungan antara kedua organism tersebut adalah sedemikian rupa hingga membentuk suatu talus tunggal.
          Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara simbiosis dengan system perakaran tanaman tingkat tinggi.

II.           TUJUAN
1.             Mengamati berbagai macam anggota Lichenes dan Mikoriza.
2.             Mengamati dan menggambarkan perbedaan masing-masing preparat.
3.             Mengklasifikasikan berdasarkan karakteristik yang terdapat pada masing-masing preparat.

III.        ALAT DAN BAHAN
Lichenes, bintil akar Leguminosae, pisau, kaca pembesar/lup.

IV.        LANDASAN TEORI
          Lichenes adalah organism yang merupakan asosiasi dari fungus dan alga, hubungan antara kedua organism tersebut adalah sedemikian rupa hingga membentuk suatu talus tunggal. Komponen fungi disebut mikobion dan komponen alga disebut fikobion. Mikobionnya sebagian besar adalah Ascomycetes hanya beberapa saja yang Basidiomytes atau Deutromycetes. Sebagian besar Lichenes yang askomisetik funginya adalah dari golongan Discomycetes.
          Klasifikasi Lichenes yang paling sederhana ialah mendasarkan pada golongan fungi yang membentuk talus tersebut, yaitu Ascolichenes, Basidiolichenes, dan Deuterolichenes. Sebagian besar Lichenes adalah Ascolichenes. Ascolichenes dibagi menjadi 3 kelompok besar sesuai dengan struktur dari askus dan askokarpnya sebagai berikut: Hymenoascolichenes dengan askus yang unitunikat dalam apotesium, Loculoascolichenes dengan askus bitunikat dalam apotecium dan Loculoascolichenes dengan askus bitunikat dalam pseudotecium (askstroma yang unilokuler).
          Mikoriza secara umum terbagi atas 2 (dua) golongan yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Pembagian ini didasarkan pada tempat mikoriza bersimbiosis pada akar. Ektomikoriza: merupakan mikoriza yang menginfeksi permukaan luar tanaman dan di antara  sel-sel apeks akar. Endomikoriza : merupakan mikoriza yang menginfeksi bagian dalam akar tanaman di dalam dan di antara sel-sel apeks akar.

V.           CARA KERJA
1.             Mengamati berbagai bentuk preparat lichenes, dengan bantuan lup dan mikroskop:
a.    Bagaimana bentuk talus dari masing-masing preparat lichenes.
b.    Apakah terlihat simbiosis antara fungi dan alga?
c.    Menggambar disertai dengan keterangannya
d.   Mengklasifikasi berdasarkan perbedaan karakteristiknya
2.             Mengiris bintil akar, mengambil sedikit untuk diamati di bawah mikroskop:
a.    Bagaimana bentuk dan karakteristik dari mikoriza yang terdapat pada bintil akar leguminosae?
b.    Menggambar beserta keterangannya
c.    Mengklasifikasi berdasarkan perbedaan karakteristiknya.

VI.        HASIL PENGAMATAN
1. Bintil akar Leguminosae (membujur)                keterangan :
-                      Terdapat jamur,
-                      berwarna hijau
                                                                        (alga)


2. Lichenes (membujur)                                         keterangan
1.                  Bentuk talus pada lichenes
                                                                        berbentuk tunggal
2.                  Memiliki komponen
                                                                        mikobion dan fikobion

3. Bintil akar Leguminosae (melintang)                keterangan
                                                                        Berwarna hijau




4. Lichenes (melintang)                                         keterangan
                                                                        Yang berwarna putih fungi
                                                                        Yang berwarna hijau alga



VII.     PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kita membahas tentang Lichenes dan Mikoriza. Yang mana dapat diartikan bahwa Lichenes (lumut kerak) merupakan gabungan antara fungi dan alga sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Lumut ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan, di atas tanah terutama di daerah sekitar kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya lichenes tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Lichenes yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali. Alga dan jamur bersimbiosis membentuk lichenes baru jika bertemu jenis yang tepat.
Tubuh lichenes dinamakan thallus yang secara vegetatif mempunyai kemiripan dengan alga dan jamur. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, oranye, coklat atau merah dengan habitat yang bervariasi. Bagian tubuh yang memanjang secara selluler dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetatif dari thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichenes. Alga selalu berada pada bagian permukaan dari thallus.
Lichenes sangat sulit untuk diklasifikasikan karena merupakan gabungan dari alga dan fungi serta sejarah perkembangan yang berbeda. Lichenes memiliki klasifikasi yang bervariasi dan dasar dasar klasifikasinya secara umum berdasarkan komponen cendawan yang menyusunnya, sebagai berikut:
1.    Ascolichens.
Cendawan penyusunnya tergolong Pyrenomycetales, maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium. Contoh: Dermatocarpon dan Verrucaria. Cendawan penyusunnya tergolong Discomycetes. Lichenes membentuk tubuh buah berupa apothecium yang berumur panjang. Contoh : Usnea dan Parmelia. Dalam Klas Ascolichens ini dibangun juga oleh komponen alga dari famili: Mycophyceae dan Chlorophyceae yang bentuknya berupa gelatin. Genus dari Mycophyceae adalah : Scytonema, Nostoc, Rivularia, Gleocapsa dan lain-lain. Dari Cholophyceae adalah: Protococcus, Trentopohlia, Cladophora dll.
2.    Basidiolichenes
Berasal dari jamur Basidiomycetes dan alga Mycophyceae. Basidiomycetes yaitu dari famili : Thelephoraceae, dengan tiga genus Cora, Corella dan Dyctionema. Mycophyceae berupa filament yaitu : Scytonema dan tidak berbentuk filamen yaitu Chrococcus.
3.    Lichen Imperfect
Deutromycetes fungi, steril. Contoh : Cystocoleus, Lepraria, Leprocanlon, Normandia, dll.

Berdasarkan bentuknya Lichenes dibedakan atas empat bentuk :
a. Crustose
Lichenes yang memiliki thallus yang berukuran kecil, datar, tipis dan selalu melekat ke permukaan batu, kulit pohon atau di tanah. Jenis ini susah untuk mencabutnya tanpa merusak substratnya.
b. Foliose
Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang tersusun oleh lobuslobus. Lichen ini relatif lebih longgar melekat pada substratnya. Thallusnya datar, lebar, banyak lekukan seperti daun yang mengkerut berputar. Bagian permukaan atas dan bawah berbeda. Lichenes ini melekat pada batu, ranting dengan rhizines. Rhizines ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan.
c. Fruticose
Thallusnya berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan bentuk seperti pita. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu, daun-daunan atau cabang pohon. Tidak terdapat perbedaan antara permukaan atas dan bawah.
d. Squamulose
Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik, lobus ini disebut squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia.
Sedangkan Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Walau ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Mikoriza secara umum terbagi atas 2 (dua) golongan, yaitu : ektomikoriza dan endomikoriza. Pembagian ini didasarkan pada tempat mikoriza bersimbiosis pada akar.
1.      Ektomikoriza merupakan mikoriza yang menginfeksi permukaan luar tanaman dan di antara sel-sel apeks akar.
2.     Endomikoriza merupakan mikoriza yang menginfeksi bagian dalam akar tanaman di dalam dan di antara sel-sel apeks akar.
          Pada praktikum kali ini yang kita amati adalah bintil akar Leguminosae diiris secara membujur dan melintang serta Lichenes yang diiris secara membujur dan melintang.
          Pada bintil akar Leguminosae yang diiris membujur terdapat jamur dan berwarna hijau (alga). Sedangkan yang Leguminosae diiris secara melintang hanya berwarna hijau tanpa adanya jamur.
          Pada Lichenes yang diiris secara membujur bentuk talusnya tunggal dan memiliki komponen mikobion dan fikobion. Sedangkan Lichenes yang diiris secara melintang terdapat alga berwarna hijau dan fungi yang yang berwarna putih.

VIII.  KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai Lichenes dan Mikoriza ini kita dapat menyimpulkan bahwa lichenes adalah sejenis tumbuhan yang unik. Tumbuhan ini merupakan simbiosis antara alga dan jamur tertentu, dan memiliki morfologi, reproduksi dan klasifikasi yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok tersendiri. Tubuhnya berupa thallus yang terdiri dari benang-benang hifa. Sebagai tumbuhan perintis, lichenes ikut berperan dalam pembentukan tanah dan tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi. Tumbuhan lichenes tidak akan terbentuk tanpa adanya simbiosis antara alga dan jamur yang sesuai. Tumbuhan ini juga menghasilkan senyawa-senyawa metabolit yang tidak dihasilkan oleh alga dan jamur yang hidup terpisah.
Sedangkan Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Walau ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Mikoriza secara umum terbagi atas 2 (dua) golongan, yaitu : ektomikoriza dan endomikoriza. Pembagian ini didasarkan pada tempat mikoriza bersimbiosis pada akar.
          Pada bintil akar Leguminosae yang diiris membujur terdapat jamur dan berwarna hijau (alga). Sedangkan yang Leguminosae melintang hanya berwarna hijau tanpa adanya jamur. Pada Lichenes membujur bentuk talusnya tunggal dan memiliki komponen mikobion dan fikobion. Lichenes yang diiris secara melintang terdapat alga berwarna hijau dan fungi yang yang berwarna putih.


DAFTAR PUSTAKA

-            Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University. Yogyakarta.
-            Kimball, J. W.2004. Biologi. Jakarta: Erlangga.
-            Human Uses of Lichens. http://www.lichen.com

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar